KRITIK KARYA SENI RUPA PATUNG SMA N 1 SALE
Karya seni rupa 3 Dimensi merupakan karya seni yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi, sehingga karya dapat dilihat dari segala arah. Simbol merupakan makna yang dikandung dalam karya seni rupa baik dalam wujudnya obyeknya maupun unsur-unsur rupanya.
•Unsur Seni Patung:
Berikut unsur-unsur dari seni rupa 3 dimensi, antara lain:
❖Titik
❖ Garis
❖ Bidang
❖ Bentuk
❖ Ruang
❖ Warna
❖ Tekstur
❖ Gelap-terang
TITIK adalah unsur paling dasar karena semua berawal dari sini.
GARIS adalah goresan atau batasan benda, bidang, warna, ruang, tekstur dan lain lain.
BIDANG adalah pengembangan garis yang membatasi bentuk.
BENTUK adalah raut baik itu geometris maupun non geometris.
RUANG adalah unsur dari seni rupa 3 dimensi yang sifatnya nyata (pada seni rupa 2 dimensi, sifatnya semu).
WARNA merupakan unsur seni rupa yang memunculkan kesan pada mata.
TEKSTUR adalah unsur seni rupa terkait kondisi pada permukaan bidang dari sebuah karya.
GELAP TERANG adalah unsur seni rupa yang bergantung pada intensitas cahaya
•Bahan
Menurut Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, patung merupakan karya seni tiga dimensi yang dibuat dengan metode substraktif (mengurangi volume) atau metode adiktif (penambahan volume). Pembuatan patung menggunakan bahan lunak (tanah liat, gypsum, lilin) atau bahan keras (kayu, batu, logam).
•Alat
1. Pahat
2. Butsir
3. Alat Las
4. Meja
5. Putar
6. Palu
7. Tang
•Teknik Seni Patung
Teknik Pahat. Merupakan teknik untuk mengurangi bahan menggunakan benturan benda keras (alat pahat) terhadap bahan patung yang diolah. Selain alat pahat, palu juga diperlukan untuk membenturkan pahat pada bahan patung.
Teknik Butsir. Butsir adalah teknik yang membentuk bahan lunak dengan mengurangi bahan menggunakan alat butsir dan menambahkan bahan jika diperlukan. Butsir biasa digunakan untuk mengolah bahan lunak seperti tanah liat, lilin atau modeling clay.
Teknik Konstruksi, merupakan teknik membuat patung dengan cara merekatkan berbagai bahan baik dengan cara dilem, dilas, dilepa, atau dipatri. Bahan yang digunakan dapat berupa semen, pasir, besi, plastisin, kawat, bubur kertas, dsb.
Teknik Las. Yaitu membuat karya patung dengan cara menggabungkan bahan ke bahan yang lain untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan. Teknik las digunakan untuk menggabungkan bahan logam dan merakitnya menjadi bentuk tertentu. Sebetulnya teknik ini pada dasarnya merupakan teknik konstruksi pula.
Teknik Cor. Membuat karya seni dengan membuat cetakannya terlebih dahulu, lalu bahan adonan cor dituangkan kedalam cetakan, sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan (sesuai dengan bentuk cetakan).
Teknik Cetak. Seperti teknik cor, cetakan dibuat terlebih dahulu, namun bahan tidak harus dicor atau dituangkan, bahan lunak atau sedang dapat langsung dijepit menggunakan cetakan Bivalve yang memiliki dua sisi simetris seperti k
•Proses
Berikut adalah langkah-langkah membuat seni patung dari bahan kayu
Siapkan alat dan bahan
Persiapkan gambar atau desain patung
Kemudian tempel gambar pada bahan
Lakukan pemotongan pada kayu untuk membuat pola dasar
Kemudian pahat kayu menyerupai desain
Kemudian haluskan kayu dengan cara di amplas
Langkah terakhir adalah memberi warna
Kelebihan Karya Pertama
1. Bentuknya sangat menarik dan abstrak
2. Warnanya unik sedikit abstrak dan kombinasi beberapa warna
3. Memiliki tekstur bergelombang
4. Memiliki usia yang tua maka sagat bagus untuk di simpang di jangka waktu yang lama
5. Pengemasan nya kurang bagus karena pedistal nya kurang menarik
Kelebihan/Kekurangan Karya Kedua
1. Memiliki bentuk yang simpel namun kurang menarik
2. Warnanya hanya berdasar satu
3. Memiliki tekstur mulus tidak abstrak dan tidak ada pahatan
4. Memiliki usia lumayan tua
5. Pengemasan(pedistal) nya kurang menarik











Komentar
Posting Komentar